Bupati Johannes Rettob Pantau Tiga Lokasi Pelaksanaan Profiling ASN Mimika 2026
MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Mimika, Hermelina W. Imbiri, S.E., M.Si., melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Johannes bersama Kepala BKPSDA meninjau tiga lokasi pelaksanaan Profiling ASN, yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMK Tunas Bangsa Mimika, dan SMP YPPK Santo Bernardus Mimika.
Di setiap lokasi, Bupati meninjau langsung proses pelaksanaan ujian, memastikan kesiapan panitia, serta melihat kondisi sarana dan prasarana yang digunakan. Bupati juga menyempatkan diri menyapa dan memberikan semangat kepada para peserta yang sedang mengikuti tes pemetaan potensi dan kompetensi.
Kehadiran Bupati di lokasi ujian menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap pelaksanaan Profiling ASN. Pemantauan tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Profiling ASN menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengelolaan manajemen kepegawaian yang profesional serta berbasis sistem merit, sehingga potensi, kompetensi, dan karakter ASN dapat dipetakan secara lebih objektif.
Bupati Harapkan Hasil Profiling Gambarkan Kondisi Riil ASN
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Johannes berharap hasil Profiling ASN dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kondisi dan kualitas masing-masing pegawai.
“Kami ingin melihat sejauh mana kualitas masing-masing pegawai, apakah memiliki kompetensi yang memadai, apakah integritasnya terjaga, dan apakah mampu menghadirkan inovasi dalam pekerjaan.”
Menurutnya, hasil profiling nantinya akan menjadi salah satu bahan penting dalam mendukung penempatan ASN sesuai dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki.
“Agar ke depannya kita dapat menempatkan Bapak dan Ibu sekalian pada jabatan dan unit kerja yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Tekankan Kejujuran dan Kedisiplinan
Bupati Johannes juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan Profiling ASN dengan sungguh-sungguh, jujur, dan disiplin.
“Saya memiliki harapan besar kepada seluruh peserta. Isilah data dan ikuti tes ini dengan sungguh-sungguh dan sejujur-jujurnya. Dari kegiatan ini kita bisa melihat karakter nyata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti aspek kedisiplinan peserta selama pelaksanaan Profiling. Menurutnya, kehadiran tepat waktu merupakan bagian dari penilaian terhadap sikap dan tanggung jawab sebagai ASN.
“Saat saya datang meninjau, saya memperhatikan kedisiplinan. Ternyata ada peserta yang sangat disiplin, namun sayangnya ada juga yang terlambat hadir,” tambahnya.
Terkait peserta yang tidak dapat hadir karena alasan mendesak, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah tetap memahami kondisi tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa kesempatan mengikuti Profiling ASN saat ini diberikan secara gratis dan sepenuhnya ditanggung oleh negara.
“Ada beberapa peserta yang menyampaikan permohonan izin karena memiliki urusan mendesak yang tidak dapat ditinggalkan. Hal tersebut kami maklumi dan pahami. Namun perlu diketahui, kesempatan pelaksanaan Profiling ini sepenuhnya gratis dan ditanggung oleh negara bagi kita semua,” jelasnya.
Kabupaten Mimika sendiri memperoleh kuota Profiling ASN sebanyak 2.644 orang. Bupati mengatakan, apabila memungkinkan untuk dilakukan penambahan kuota, pemerintah daerah tidak mempermasalahkannya.
Namun, ia menegaskan bahwa Profiling ASN pada waktunya akan menjadi bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi oleh ASN.
“Prinsipnya, Profiling ini suatu saat akan menjadi kewajiban. Jika tidak dimanfaatkan saat masih gratis, maka di masa mendatang apabila wajib dilaksanakan, biayanya harus ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan,” pungkas Johannes.
Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Mimika







